BenuaPost

Jadi Akses Vital Warga, Jembatan Perintis Garuda di Wilayah Korem 081/DSJ Berlanjut | Benuapost

Foto jembatan yang di lewati oleh anak-anak sekolah 

Madiun // Benuapost.com  – Sejumlah Jembatan Perintis Garuda berhasil dibangun di berbagai wilayah Madiun Raya, jajaran Korem 081/DSJ. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat karena memberikan dampak positif yang nyata.

Salah satunya adalah Jembatan Perintis Garuda di Desa Bendosewu, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Jembatan ini dinilai memiliki peran vital dalam menunjang kehidupan masyarakat setempat.

“Jembatan ini sangat penting bagi warga kami. Selama ini akses menjadi kendala utama, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan anak-anak, maupun pengangkutan hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga menjadi jauh lebih mudah dan aman,” ujar Kades Bendosewu Isnari, beberapa waktu lalu.



Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah dan TNI atas pembangunan tersebut. 

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Bendosewu, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan TNI yang telah mewujudkan jembatan ini. Semoga jembatan ini membawa manfaat besar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan warga Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Jembatan yang dibangun di Desa Prigi terbukti mempermudah mobilitas masyarakat.

“Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien. Warga kini dapat beraktivitas dengan lebih cepat untuk bekerja, bersekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan,” kata Sugeng Rianto, salah satu warga.



Jembatan sepanjang 38 meter tersebut menghubungkan tiga desa, yakni Prigi, Margomulyo, dan Karanggandu. Suwito mengaku, sebelum ada jembatan tersebut, warga di sana harus memutar cukup jauh untuk beraktivitas antar desa.

Manfaat serupa juga dirasakan warga Desa Bagorwetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Jembatan Perintis Garuda di wilayah ini menghubungkan Desa Bagorwetan dengan Desa Puhkerep di Kecamatan Rejoso.

Suwito, salah satu warga, mengaku sangat bersyukur atas pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut, sebelumnya jembatan lama dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris tidak dapat digunakan.

“Saya sangat gembira dan bangga dengan dibangunnya jembatan ini. Sebelumnya memang sudah ada jembatan, tetapi kondisinya tidak layak pakai,” ungkapnya.

Kini, lanjut Suwito, jembatan tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat, terutama untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan sosial.

Sementara itu, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa Program Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud kehadiran negara dalam mengatasi keterbatasan aksesibilitas masyarakat.



“Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya terkait aksesibilitas guna mendukung aktivitas sehari-hari,” jelas Kolonel Untoro dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Ia berharap, keberadaan jembatan-jembatan tersebut dapat memberikan dampak positif yang luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jembatan ini menjadi solusi atas berbagai kendala akses yang selama ini dirasakan warga. Dengan akses yang lebih mudah, diharapkan aktivitas masyarakat meningkat dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan mereka,” sebutnya.

Danrem menambahkan bahwa ke depan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayahnya akan terus berlanjut melalui Tahap III.

“Kemarin kita telah meninjau beberapa titik sasaran untuk pembangunan Jembatan Perintis Garuda selanjutnya. Dari hasil peninjauan tersebut, terdapat beberapa lokasi yang kurang memenuhi persyaratan, sehingga kami akan mencari dan menetapkan titik sasaran yang baru,” ujarnya.***

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال