BenuaPost

Bapas Semarang dan BBPVP Buka Akses Pelatihan dan Penempatan Kerja Bagi Klien Pemasyarakatan


Semarang | benuapost.com— Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang terus memperkuat program pembinaan dan reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang.

Penandatanganan kerja sama yang berlangsung di BBPVP Kota Semarang ini dirangkaikan dengan seminar bertema Bahaya Laten Narkoba, yang menghadirkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., sebagai narasumber.

Kepala Bapas Kelas I Semarang, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., hadir bersama Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak (Kasi BKA), Tri Riswanto, S.H., M.H., serta tim kerja sama. Melalui kesepakatan ini, para pihak mendorong penyelenggaraan program pelatihan kemandirian bagi klien pemasyarakatan yang diberikan secara gratis dan berbasis standar sertifikasi nasional.

Program tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka akses nyata ke dunia kerja. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan difasilitasi untuk mendapatkan penempatan kerja melalui jejaring mitra industri, termasuk perusahaan seperti PT Apparel One Indonesia.

Selain kerja sama dengan Bapas, BBPVP Kota Semarang juga menjalin sinergi dengan BNNP Jawa Tengah dan PT Apparel One Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pelatihan vokasi sekaligus meningkatkan peluang kerja, khususnya bagi klien pemasyarakatan yang tengah menjalani proses reintegrasi sosial.

Dalam sesi seminar, Toton Rasyid menekankan bahwa ancaman penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama. Ia menilai upaya pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, penguatan karakter, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui kerja sama ini, Bapas Kelas I Semarang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang lebih substansial dan berdampak langsung. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam mendorong kemandirian klien, memperkuat ketahanan terhadap pengaruh negatif seperti narkotika, serta memastikan keberhasilan mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta diharapkan menjadi langkah awal dari implementasi program pelatihan vokasi yang berkelanjutan, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup klien pemasyarakatan.

✍️Jurnalis: M Alfin A.Z

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال