Semarang | benuapost.com – Upaya mendekatkan dunia akademik dengan praktik profesional kembali diwujudkan melalui program magang yang dijalankan oleh enam mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (UNNES) di firma hukum Sentra Lex Indonesia (Selindo). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertajukSinau Berdampak yang berlangsung dari 12 April hingga 8 Juni 2026.
Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa semester VI dalam memahami praktik hukum secara komprehensif. Tidak hanya sebatas observasi, para peserta magang juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas profesional seperti penyusunan dokumen hukum, riset kasus, hingga pendampingan proses administrasi perkara.
Ketua magang, Ardhiana Fadhila, menuturkan bahwa program ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar ruang kelas.
“Kami mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung bagaimana teori hukum diterapkan dalam praktik. Ini pengalaman yang sangat berharga, karena kami belajar tidak hanya dari buku, tetapi juga dari kasus nyata dan arahan para praktisi,” kata Ardhiana, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, lingkungan kerja di firma hukum menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal penting bagi calon sarjana hukum.
Penerimaan mahasiswa magang dilakukan oleh tim Selindo yang terdiri dari Misbakhul Awang Sakti, Muhammad Dasuki, Joko Susanto, Yanuar Habib, serta Hieronimus Eurico. Adapun mahasiswa magang terdiri: Cindy Rahma Juwita, Citra Mahadewi Pujiyana, Stevie Putria Hartanu Sativa, Zahra Risye Anggita Putri, Zhafira Zaskia Alya Amani, dan Ardhiana Fadhila.
Dalam sambutannya, Misbakhul Awang Sakti menegaskan bahwa Selindo tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter profesional.
“Kami ingin mahasiswa merasakan langsung ritme kerja di dunia hukum. Selain keterampilan teknis, kami juga menekankan pentingnya integritas, etika profesi, dan kemampuan komunikasi hukum,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa interaksi antara mahasiswa dan praktisi menjadi sarana pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan.
Program MBKM Sinau Berdampak menjadi salah satu bentuk transformasi pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa untuk belajar secara kontekstual. Kolaborasi antara UNNES dan Selindo ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Dengan durasi magang hampir dua bulan, para mahasiswi diharapkan dapat mengoptimalkan kesempatan ini untuk memperdalam wawasan, memperluas jaringan profesional, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan di bidang hukum yang semakin dinamis.
"Kehadiran mereka di Selindo sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara kampus dan praktisi hukum dapat berjalan efektif dalam mencetak generasi muda yang kompeten dan berintegritas,"jelasnya.
✍️Jurnalis: M. Alfin A.Z

