BenuaPost

Terjadinya Petir Saat Hujan, Karena Baterai Raksasa Sedang Ngecas

Foto: benuapost 

Medan | benuapost.com - Hari ini di Medan sedang di guyur hujan lebat, tidak sedikit bagian kota Medan mengalami basah di jalan, dan orang-orang yang bekerja akan menepi di pinggir jalan untuk menunggu reda nya hujan, lokasi hujan saat ini yang sedang turun kemungkinan besar nya di kota Medan, seluruh awan menyelimuti gelapnya langit yang menandakan akan ada badai hujan, di sertai dengan suara gemericik air di atas genteng dan suara petir di atas awan yang mengakibatkan terjadinya percikan api petir. (13/4)

Badai hujan terus mengguyur wilayah Medan Sumatera Utara tepatnya di jln HM Puna Sembiring Durin Jangak, Sembahe Baru, pada jam 9.40 WIB hujan mulai turun sebelum nya awan mulai gelap.

Hujan saat ini masih bersifat kecil, angin nya juga kecil, namun petir tetap mengeluarkan suara nya untuk bersorak-sorai atas turun nya hujan.

Beginilah ringkasan kenapa kalau hujan turun terjadilah petir: 

1. Awan hujan = baterai raksasa 
   Di awan cumulonimbus, tetes air, es, dan kristal saling bertabrakan karena angin kencang ke atas-bawah. Gesekan itu bikin muatan listrik kepisah — biasanya bagian atas awan jadi positif, bagian bawah jadi negatif.

2. Beda muatan nyari jalan
   Bagian bawah awan yang negatif bikin tanah di bawahnya jadi positif. Kalau beda muatannya udah kelewat besar, udara yang biasanya isolator jadi gak kuat nahan.

3. DddDuar, terjadilah petir
   Muatan negatif dari awan loncat ke tanah, atau ke awan lain, lewat jalur udara. Loncatan listrik super cepat & panas itu yang kita lihat sebagai kilat. Panasnya bikin udara meledak → jadilah suara guntur.

Jadi hujan + awan tebal = kondisi pas buat gesekan es & air → muatan listrik → petir.

Makanya gak semua hujan ada petir. Kalau cuma gerimis dari awan tipis, biasanya gak cukup buat “ngecas” awan sampe nyamber. 


✍️Jurnalis: Meijieli Gulo 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال