![]() |
| Foto kedua korban yang di blur |
Denpasar // benuapost.com — Peristiwa penganiayaan brutal yang berujung maut terjadi di kawasan Pelabuhan Benoa, Bali. Dua pria dilaporkan tewas setelah dikeroyok dan diduga dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal pada Jumat dini hari (10/4/2026).
Kejadian tersebut berlangsung di depan sebuah restoran di Jalan Raya Pelabuhan Benoa, sekitar pukul 03.30 WITA, dan sempat menggegerkan warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula saat tiga orang korban tengah duduk di depan restoran usai mencari tempat membeli minuman.
Namun, secara tiba-tiba sekitar 6 hingga 7 orang pelaku datang menggunakan sepeda motor dan langsung melakukan penyerangan.
“Saksi bersama korban langsung dipukul dan dikeroyok. Saksi berhasil melarikan diri dan bersembunyi di belakang restoran,” demikian keterangan salah satu saksi.
Dua korban lainnya tidak sempat menyelamatkan diri.
Korban Ditemukan Dalam Kondisi Terbakar
Warga sekitar yang mendengar keributan kemudian keluar rumah dan mendapati situasi sudah mencekam.
Saksi lain mengungkapkan, saat tiba di lokasi, terlihat kobaran api dan tubuh korban dalam kondisi terbakar di area rawa depan restoran.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat setempat dan pecalang sebelum akhirnya diteruskan ke pihak kepolisian.
Dua Korban Meninggal Dunia
Dua korban yang meninggal dunia diketahui berinisial:
- Hisam Adnan (29), warga Semarang
- Egi, yang identitas lengkapnya masih belum diketahui
Keduanya mengalami luka berat, termasuk luka terbuka di bagian kepala serta luka bakar di beberapa bagian tubuh.
Mendapat laporan tersebut, aparat dari Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya:
- Botol bekas bahan bakar yang meleleh
- Potongan kayu balok
- Sepatu dan sandal
- Telepon genggam
- Dompet berisi identitas korban
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polresta Denpasar untuk mengungkap pelaku.
Hingga saat ini, para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari enam orang tersebut masih dalam penyelidikan dan pengejaran pihak kepolisian.
Motif di balik aksi brutal ini juga masih didalami.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan berat yang terjadi di ruang publik. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.***
