KENDAL - Semangat kebersamaan dan pembinaan produktif kembali ditunjukkan oleh Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan melalui kegiatan penanaman tanaman yakon yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Suharno, bersama jajaran pegawai dan anggota kepramukaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Saka Taruna Bumi pada Selasa (19/05/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di area lahan pembinaan pertanian Lapas Plantungan tersebut berlangsung dengan penuh antusias, semangat gotong royong, serta menjadi salah satu wujud nyata implementasi program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Kegiatan penanaman yakon ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya optimalisasi program pembinaan berbasis pertanian yang selama ini terus dikembangkan di lingkungan Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan. Selain bertujuan memanfaatkan lahan pembinaan secara produktif, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi warga binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal bermanfaat setelah selesai menjalani masa pidana.
Kalapas Suharno bersama para pegawai dan anggota pramuka WBP Saka Taruna Bumi turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan berbagai tahapan penanaman. Kegiatan diawali dengan pengecekan kondisi lahan, pembersihan area tanam, pengolahan tanah, pembuatan bedengan, hingga proses penanaman bibit yakon secara bersama-sama. Seluruh peserta terlihat aktif dan saling bekerja sama demi memastikan proses penanaman berjalan dengan baik dan sesuai tahapan.
Tanaman yakon dipilih karena memiliki banyak manfaat, khususnya di bidang kesehatan, serta memiliki potensi ekonomi yang cukup baik apabila dibudidayakan secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan budidaya yakon diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pembinaan rutin, tetapi juga mampu memberikan wawasan baru bagi warga binaan mengenai peluang usaha di sektor pertanian produktif.
Dalam kegiatan tersebut, para warga binaan yang tergabung dalam kepramukaan Saka Taruna Bumi tampak bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh petugas. Dengan mengenakan atribut pramuka, mereka turut terlibat langsung mulai dari pengangkutan bibit, pengaturan jarak tanam, hingga proses penanaman di setiap bedengan yang telah disiapkan. Kegiatan ini sekaligus menjadi media pembelajaran tentang pentingnya kerja sama tim, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kalapas Plantungan, Suharno, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan berbasis pertanian seperti penanaman yakon memiliki nilai positif yang sangat besar dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya dilakukan melalui teori dan pengarahan, tetapi juga melalui praktik langsung yang mampu memberikan pengalaman nyata serta keterampilan produktif kepada warga binaan.
“Melalui kegiatan penanaman yakon ini, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan mengenai tata cara budidaya tanaman yang baik dan benar. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke masyarakat nantinya,” ujar Suharno.
Lebih lanjut, Suharno menambahkan bahwa keterlibatan anggota kepramukaan WBP Saka Taruna Bumi dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan karakter yang terus didorong oleh pihak lapas. Menurutnya, kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk sikap disiplin, jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta meningkatkan semangat kebersamaan antarwarga binaan.
“Kami berharap melalui kegiatan positif seperti ini, warga binaan dapat terus termotivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih produktif, dan memiliki semangat untuk berubah. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh berbagai aspek, baik mental, kedisiplinan, maupun keterampilan kerja,” tambahnya.
Kegiatan penanaman yakon ini juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan terhadap program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam penguatan ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan warga binaan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, lapas tidak hanya menciptakan lingkungan pembinaan yang aktif dan produktif, tetapi juga mendorong terciptanya hasil pertanian yang bernilai guna.
Selama kegiatan berlangsung, suasana penuh kekeluargaan dan kerja sama tampak begitu terasa. Para pegawai dan warga binaan saling bahu-membahu menyelesaikan proses penanaman dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Interaksi positif tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pada upaya pembentukan sumber daya manusia yang lebih baik dan siap kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Selain menjadi sarana pembelajaran keterampilan, kegiatan pertanian seperti ini juga dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis warga binaan. Aktivitas di ruang terbuka serta keterlibatan dalam kegiatan produktif dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri, semangat kerja, dan motivasi untuk terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Melalui kegiatan penanaman yakon bersama pegawai dan anggota kepramukaan WBP Saka Taruna Bumi ini, Lapas Pemuda Kelas IIB Plantungan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana pembinaan positif yang mampu memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.
Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang terus ditanamkan, Lapas Plantungan optimistis dapat menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, terampil, dan siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
✍️Jurnalis: Alfin A.Z
