![]() |
| Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian Gayo Lues, Syamsul, saat menyerahkan dokumen dukungan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal Daerah Pemilihan 8, Yahdi Hasan |
Gayo Lues - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues secara resmi meminta dukungan
Pemerintah Aceh untuk percepatan pemulihan wilayah pascabencana alam yang
terjadi pada November 2025, lalu.
Permohonan ini diajukan guna membersihkan sisa material pasca
bencana yang hingga kini masih menutupi permukiman warga, pasilitas umum,
hingga akses jalan penghubung antar kecamata dan kabupaten.
Bupati Gayo Lues yang diwakilkan oleh Pelaksana Tugas (Plt)
Kepala Dinas Perindustrian Gayo Lues, Syamsul, menyerahkan dokumen dukungan
tersebut kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal Daerah
Pemilihan 8, Yahdi Hasan, untuk diteruskan kepada Gubernur Aceh dan Dinas
Perumahan dan Permukiman Aceh.
"Kami berharap permohonan dukungan ini mendapat
perhatian serius dari Pemerintah Aceh, karena masalah pembersihan lahan ini krusial,
bukan hanya soal estetika wilayah, melainkan menyangkut keselamatan, kelancaran
ekonomi, dan akses pendidikan warga," ujar Syamsul kepada Benuapost.com, Kamis (14/5/2026).
Ia menyebutkan bencana alam yang melanda wilayah Kabupaten
Gayo Luis ini pada akhir tahun lalu yang meninggalkan kerusakan masif. Material
longsor berupa tanah, bebatuan besar, dan batang kayu yang sampai saat ini masih
menimbun sejumlah titik strategis.
Berdasarkan data pemerintah daerah, kendala utama yang
dihadapi meliputi:
Permukiman: Sebagian pekarangan rumah warga masih tertimbun,
menyebabkan warga belum bisa menempati hunian secara layak.
Perkantoran: Layanan administrasi publik di beberapa kantor
dinas terganggu akibat akses yang tertutup material.
Pendidikan: Lingkungan sekolah yang tertimbun batu dan tanah
membatasi ruang gerak siswa, bahkan memaksa penyesuaian jadwal belajar.
Aksesibilitas: Jalan penghubung antardesa masih terhambat,
yang memicu kenaikan biaya logistik akibat penggunaan jalur alternatif yang
lebih jauh, sebutnya.
Keterbatasan sumber daya dan alat berat di Gayo Lues ini kata
Syamsul salah satu menjadi alasan utama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sangat memerlukan
bantuan teknis serta pendanaan dari tingkat Provinsi Aceh.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRA Yahdi Hasan menyatakan komitmennya untuk mengawal permohonan tersebut hingga ke tingkat pimpinan Pemerintah Aceh. Menurutnya, pemulihan pascabencana harus menjadi prioritas bersama agar aktivitas masyarakat kembali normal.
"Sebagai wakil rakyat dari Dapil ini, saya akan
menyerahkan langsung dokumen ini kepada pihak berwenang di provinsi. Kami di
legislatif akan mendorong agar pengalokasian anggaran dan pengerahan bantuan
teknis segera dilakukan," tegas Yahdi.
Upaya pembersihan menyeluruh ini diharapkan menjadi titik
balik pemulihan ekonomi dan sosial di Gayo Lues. Pemerintah daerah menekankan
bahwa kehadiran negara melalui bantuan alat berat dan dukungan pendanaan sangat
dinantikan oleh masyarakat yang terdampak. (Syafri).
