Medan - Pernyataan mengenai "lambung orang miskin itu tipis" yang viral di media sosial baru-baru ini merupakan narasi kontroversial yang dikaitkan dengan pernyataan Prof Dr. Ir. Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kasus keracunan makanan program makan bergizi gratis. Namun, klaim tersebut kemungkinan besar tidak berdasar atau merupakan bentuk disinformasi, karena hasil penelusuran tidak menunjukkan pernyataan resmi tersebut dikeluarkan oleh pejabat yang bersangkutan.
Menurut pernyataan Kepala BGN dirinya menegaskan "Lambung orang miskin itu tipis" jadi rawan keracunan.
Kepala BGN juga menuturkan "Dengan adanya MBG secara bertahap Lambung orang miskin akan secara alami menerima makanan bergizi tersebut dengan normal.
Jadi keracunan adalah awal transisi lambung orang miskin yang tipis karena jarang menerima makanan bergizi. (Salah satu narasi Facebook dari Next Times)
Poin-poin yang mengaitkan narasi tersebut dan di sebarkan di media sosial salah satunya platform Facebook per 11 Mei 2026.
Dalam Unggahan tersebut muncul sebagai reaksi atas kasus muntah-muntah/keracunan pasca program makan bergizi gratis (MBG).
Lalu banyak yang mengklaim unggahan tersebut sebagai Narasi lambung warga kurang mampu sensitif karena jarang menerima makanan bergizi, sehingga perlu adaptasi.
Setelah di telusuri tidak ditemukan bukti kredibel atau rilis resmi dari media besar apalagi yang di buat sumber dari Next Times bahwa Kepala BGN mengeluarkan pernyataan kontroversial seperti itu.
Banyak warganet merespons negatif dan menganggap pernyataan tersebut tidak beradab, terlihat dari reaksi di media sosial.
Maka daripada itu cek dulu fakta nya baru memberikan narasi yang membangun bukan seperti narasi di atas membuat kegaduhan di tengah publik, sehingga menjadi santapan lezat para netizen, Bijak lah menggunakan media sosial.
