![]() |
| Foto: benuapost/ mahasiswa datang di depan kantor DPRD Sumut |
Medan | Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara ( BEM USU) suarakan aspirasi masyarakat di depan gedung DPRD Sumatera Utara Jalan Imam Bonjol No. 5, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumut Pada jam 14.30 WIB. (15/6/2026)
Sebelum kedatangan mahasiswa di gedung DPRD Sumatera Utara, jajaran Polrestabes Medan melalui polwan-polwan membentangkan spanduk yang bertuliskan "Selamat datang pejuang aspirasi, sampaikan aspirasi dengan tertib kami siap melayani".
![]() |
| Foto: benuapost.com |
Tidak lama kemudian mahasiswa dari BEM USU sampai di lokasi dengan membawa mobil tempat soundsystem untuk menyuarakan aspirasi, membentangkan spanduk sambil berjalan menuju depan gedung DPRD Sumatera Utara.
Kedatangan mereka pada hari ini, untuk meminta ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, S.H., M.Kn, datang menemui dan berdialog langsung bersama mereka.
Di sela situasi yang terjadi saat penyampaian aspirasi rakyat, jaringan Telkomsel mendadak offline dan tidak bisa menyiarkan live dengan menggunakan jaringan Telkomsel.
"Pada jam 15.10 WIB Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. Mendatangi massa untuk menyampaikan dialog namun tidak diterima oleh mahasiswa, dan meminta ketua DPRD untuk keluar, namun alasan Kapolrestabes Medan ketua DPRD Sumut sedang tidak di kantor, dan sedang sakit". Imbuh Kapolrestabes Medan.
![]() |
| Foto: benuapost.com |
Ketua DPRD Sumut Temua Massa Dengan Menerima Tuntutan Yang Diberikan
Tak lama di tunggu, jam 15.48 WIB, ketua DPRD Sumatera Utara bersama dengan jajaran anggota DPRD keluar dari singgasana menemui massa, dimana terlihat bahwasanya dia baik-baik saja tidak sedemikian yang di sampaikan sebelumnya.
Dalam penyambutan mahasiswa saat orasi diterima merasa kecewa terhadap ketua DPRD Sumut bersama dengan jajaran atas penyampaian sebelumnya yang menyatakan bahwa ibu ketua DPRD Sumut sedang dalam keadaan sakit, namun pernyataan itu menyayat hati seakan seruan kami mewakili ribuan rakyat Indonesia tidak di dengarkan oleh wakil kami sendiri dalam hal tidak dapat menyambut kedatangan baik kami dari mahasiswa.
Kemudian koordinator BEM menyampaikan 9 Tuntutan untuk DPRD Sumatera Utara yaitu:
1. Menuntut pemerintah agar menjaga harga BBM tetap stabil dan mengawasi distribusi BBM subsidi sehingga hanya diterima oleh sekelompok yang berhak.
2. Menuntut efisiensi serta transparansi dalam pengalokasian APBN dan APBD dengan memprioritaskan anggaran pada program prioritas.
3. Menolak dengan tegas segala bentuk dwifungsi Polri serta menuntut peningkatan transparansi dan akuntabilitas didalam tubuh institusi kepolisian.
4. Memberhentikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
5. Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengembalikan pendidikan sebagai program prioritas utama Nasional demi masa depan bangsa.
6. Menuntut dan mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan rancangan undang-undang RUU masyarakat adat.
7. Menuntut pertanggungjawaban pemerintah terkait penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Serta mendesak tindakan tegas dalam memberantas praktik pertambangan ilegal.
8. Mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan publik sektor kelistrikan dan air bersih.
9. Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menempati janji untuk membuka 19 juta lapangan pekerjaan.
Dalam sambutannya ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, S.H., M.Kn. menjawab tuntutan mahasiswa, eh mendadak soundsystem dari dalam DPRD yang dipersiapkan Polri tidak bisa berfungsi dengan suara yang kresek-kresek dan tidak jelas di dengarkan.
"Saat itu juga mahasiswa menyuarakan bahwasanya seperti itulah kadang, suara rakyat sering di bungkam dengan terbukti nya soundsystem nya rusak tanpa ada suara".
Namun demikian ketua DPRD Sumatera Utara menyambut hangat kedatangan para mahasiswa dan elemen masyarakat yang hadir dengan memberikan ruang diskusi dan menyatakan semua tuntutan yang diberikan akan kami kaji dan prioritaskan sehingga kami bisa menyampaikan kepada DPR RI.
"Seluruh aspirasi ini kami terima dengan baik dan akan kami teruskan kepada DPR RI untuk menjadi perhatian bersama. Kami juga mengapresiasi adik-adik mahasiswa dan masyarakat yang telah menyampaikan pendapat secara santun, tertib, dan damai sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi yang sehat," ujar Erni di hadapan massa aksi.
Seruan aksi ini berjalan dengan baik dan kondusif yang mana pihak dari kepolisian berwajib selalu setia untuk menertibkan keamanan dalam menyambut kedatangan para mahasiswa.
✍️Jurnalis BP: Meijieli Gulo



