Aceh Tenggara -Pemerintah pusat terus mempercepat upaya pencegahan tengkes (stunting) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan program di tingkat daerah.
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal dan tepat sasaran. Fokus utama peninjauan diarahkan pada kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah dua tahun (baduta)—yang kerap diistilahkan sebagai kelompok MBG 3B.
Didampingi Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry, Wihaji memantau seluruh proses operasional di SPPG Pulonas 02, mulai dari rantai pasok bahan makanan, standar kebersihan dan keamanan pangan di dapur pengolahan, hingga mekanisme distribusi ke masyarakat.
"Saya diamanahkan langsung oleh Presiden untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. SPPG menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas SDM sejak dini," ujar Wihaji di sela-sela peninjauan.
Menurut Wihaji, pemenuhan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat krusial. Program MBG bagi kelompok 3B dinilai sebagai langkah progresif dan strategis dalam memutus mata rantai stunting demi menyongsong visi Generasi Emas 2045. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan komitmen kuat dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tenaga pelaksana di lapangan, hingga kesadaran masyarakat itu sendiri," tambahnya.
Berdasarkan data operasional, SPPG Pulonas 02 saat ini memproduksi dan menyalurkan:
• 2.316 porsi makanan bergizi setiap hari untuk peserta didik.
• 463 porsi makanan bergizi setiap hari khusus untuk kelompok sasaran MBG 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta).
Untuk menjaga keberlanjutan dan ketepatan waktu distribusi, unit pelayanan ini diperkuat oleh 47 tenaga kerja yang beroperasi selama enam hari dalam sepekan. Salah satu titik hilir penyaluran pangan bergizi ini dilakukan melalui Posyandu Batu Bulan, yang mempermudah akses bagi para ibu dan balita di sekitar wilayah tersebut.
Merespons kunjungan kerja tersebut, Bupati Aceh Tenggara Salim Fakhry menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mengawal program ini. Pihaknya memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan BKKBN dalam program pemenuhan gizi dan penurunan angka stunting di wilayahnya.
"Kehadiran Menteri Wihaji menjadi motivasi besar bagi kami di daerah. Kami berharap keberadaan SPPG ini memberikan dampak yang lebih luas, sehingga mampu melahirkan generasi Aceh Tenggara yang sehat, unggul, dan berkualitas di masa depan," kata Salim.
Kunjungan kerja ke ujung barat Indonesia ini menegaskan langkah konkret pemerintah dalam memastikan kebijakan penguatan gizi nasional tidak hanya menjadi program di atas kertas, melainkan tereksekusi secara efektif hingga ke tingkat akar rumput. (Syafri Selian)
