Aceh Tenggara | Air mata Suriani 29, warga Dusun Masjid Desa Lawe Kinga, Kecamatan Lawe Bulan Aceh Tenggara, pecah saat menerima bantuan langsung dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN RI, Dr. Wihaji, Selasa (2/6/2026).
Ibu tiga anak ini termasuk keluarga berisiko stunting. Balita bungsunya, Hairil Padang usia 1 tahun, sempat berada di garis merah KMS karena berat badan kurang.
“Enggak nyangka bisa ketemu Pak Menteri langsung,". Saya nangis haru, Pak. Sambil mengusap air mata usai menerima bantuan perbaikan rumah layak huni dan sembako serta sejumlah uang untuk bayar hutang dari Menteri Wihaji dan dari Bupati Salim Fakhry sebanyak Rp5.000.000 (Lima juta).
Menteri Wihaji yang datang bersama Bupati H. M. Salim Fakhry mengajak Suriani berdialog. Ia berpesan agar rutin ke posyandu, beri ASI dan MP-ASI bergizi, serta jaga kebersihan air dan sanitasi.
“Bantuan ini bukan hanya makanan dan perbaikan rumah layak huni, tapi bukti negara peduli. Ibu hebat karena mau belajar dan berjuang untuk anak,” kata Menteri.
Wihaji juga melihat langsung kedalam rumah dan jamban Suriani untuk memastikan memang rumah tersebut tidak layak huni.
Suami Suriani, hanya buruh harian lepas. Penghasilan tidak menentu perharinya, sering tidak cukup untuk beli telur dan sayur tiap hari.
Bupati Salim Fakhry menyebut kisah Suriani ini mewakili keluarga berisiko stunting di Agara. “Tangis haru Bu Suriani jadi pengingat kami untuk kerja lebih tulus. Target kami, tidak ada lagi anak di Aceh Tenggara yang stunting,” tegasnya.(*).
