![]() |
| Rabil Zuyura Hanif |
Medan | Tokoh Millenial Sumatera Utara, Rabil Zuyura Hanif, mengapresiasi langkah tegas Kejaksaan Agung Republik Indonesia dalam mengusut dugaan penyimpangan yang terjadi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), (4/6)
Menurut Rabil, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, program tersebut harus dijaga dari segala bentuk penyalahgunaan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.
"Program Makan Bergizi Gratis adalah program mulia yang dibuat untuk membantu rakyat Indonesia, khususnya anak-anak. Program ini harus berjalan sesuai tujuan dan tidak boleh dijadikan sarana untuk kepentingan pribadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ujar Rabil Zuyura Hanif.
Rabil menilai langkah Kejaksaan Agung dalam melakukan pengusutan terhadap dugaan penyimpangan anggaran merupakan bentuk komitmen negara dalam menjaga integritas program yang menggunakan dana besar dari APBN.
"Kami mengapresiasi keberanian dan ketegasan Kejaksaan Agung RI dalam menindaklanjuti berbagai dugaan penyimpangan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Setiap anggaran yang diperuntukkan bagi kebutuhan gizi anak bangsa harus digunakan secara tepat sasaran dan transparan," katanya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan anggaran di berbagai tingkatan pelaksanaan program.
"Kami berharap proses hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan menyeluruh. Jika memang ditemukan adanya pihak-pihak yang terbukti melakukan penyimpangan, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu," tegasnya.
Lebih lanjut, Rabil mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan baku dan makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat. Menurutnya, penggunaan bahan baku yang tidak sesuai standar demi memperoleh keuntungan pribadi dapat mengganggu tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
"Jangan sampai ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan mengurangi kualitas bahan baku atau melakukan penyimpangan anggaran. Hal tersebut bukan hanya merugikan negara, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas gizi anak-anak Indonesia yang menjadi sasaran utama program ini," ujarnya.
Sebagai tokoh millenial, Rabil menyatakan dukungannya terhadap upaya pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan anggaran negara. Ia berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara bersih, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam menjaga program-program strategis nasional dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Program Makan Bergizi Gratis harus tetap menjadi program yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat," tutup Rabil Zuyura Hanif.
✍️Penulis: Rabil Z
