Aceh Tenggara - Saluran irigasi di Desa Lawe Harum, Kecamatan Deleng pokhkisen, disebut menjadi urat nadi pertanian bagi warga di dua kecamatan.
Petani berharap proyek Reahbilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama, irigasi terus dilanjutkan agar sawah dan kolam ikan tawar milik petani tidak lagi kekeringan .
Irigasi Lawe Harum mengairi area persawahan dan kolam ikan di Kecamatan Deleng Pokhkisen dan Kecamatan Lawe Bulan. Total luas sawah yang bergantung pada saluran ini mencapai 1050 hektare.
Seperti kita ketahui Kabupaten Aceh Tenggara ini salah satu pemasok ikan tawar terbesar di Aceh, dengan sulitnya air untuk kolam dengan terpaksa petani ikan mengalihkan kolam ikan menjadi persawahan sehingga pruduksi ikan air tawar di Aceh Tenggara ini turun drastis.
Nurlela 48 warga tading niulihi mengatakan sebelum irigasi diperbaiki, petani hanya bisa tanam satu kali setahun. Saat kemarau, sawah mengering dan dapat berdampak gagal panen.
”Dengan dibangunya kembali Irigasi Lawe Harum diharap pasokan air untuk persawahan dan kolam ikan warga dapat dipenuhi," kata Nurlela Senin (11/5/2026).
Tumpuan Ekonomi Warga
Irigasi Lawe Harum jadi tumpuan utama ekonomi masyarakat. "Kalau air lancar, perputaran uang di desa juga naik. Gabah banyak, upah buruh tani jalan, kios pupuk, kios pakan ikan laku," Makanya irigasi Lawe Harum ini vital.
Sementara itu, petani dari Desa Penampaan, Samin, mengaku harus gotong royong menambal saluran air Lawe Harum pakai karung pasir dan batu batu tiap musim tanam.
"Kami sangat berharap irigasi Lawe Harum segera diselesaikan sehingga airnya sampai ke desa kami serta dapat di gunakan oleh masyarakat," ujarnya.
Perlu kita ketahui proyek Reahbilitasi dan Peningkatan Jaringan Utama di Kewenangan Daerah Provinsi Aceh tahap II (Paket I) denagan nomor kontrak :PB 0201-Bws1 61/1704 nilai kontrak : Rp.26.270.878.00 , untuk tiga kabupaten di Provinsi Aceh.
Dengan sumber dana dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air.
Kontraktor, PT Hutama Karya (Persero) Konsultan Pengawas, Agrinas Jaladri, yang saat ini masih berjalan pekerjaannya.
Walaupun sempat mejadi perbincangan hangat proyek tersebut dikalangan aktivis dan masyarakat, disisilain masyarakat di dua kecamatan khususnya para petani dan petani pembudidaya ikan tawar sangan membutuhkan air.
Banyak para petani merasa bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sudah mewujudkan pembangunan irigasi tersebut, sehingga masalah air selama ini bakal teratasi. (M Yusuf)


