BenuaPost

PIALA DUNIA FIFA 2026

Menelusuri Jejak Sejarah 26 Juni 1974, Saat "Tanoh Alas" Resmi Jadi Aceh Tenggara

Anggota DPR Aceh Yahdi Hasan Ramud, S.I.Kom.


Aceh Tenggara - Di balik kabut Gunung Leuser dan derasnya Sungai Lawe, Aceh Tenggara itu bukan cuma postcard. Ini daerah yang lahir dari perjuangan panjang dan keputusan berani.

Dulu Namanya "Tanoh Alas"

Sebelum jadi kabupaten, wilayah ini jantungnya "Tanoh Alas" tanah orang Alas yang terkenal keras, guyub, dan adatnya kuat. Hutan lebat, kopi paling wangi, budaya ngetip yang nggak ada duanya.

Titik Balik. 26 Juni 1974

Tanggal itu sejarah ditulis. Lewat UU Nomor 4 Tahun 1974, "Tanoh Alas" resmi pisah dari Aceh Tengah. Lahirlah Kabupaten Aceh Tenggara sebagai daerah otonom.

Artinya apa? 

Artinya warga Agara mulai pegang kemudi sendiri. Bangun jalan sendiri, urus hutan Leuser sendiri, jaga adat sendiri. 26 Juni 1974, hari pertama Agara belajar jadi tuan rumah di tanah sendiri.

52 Tahun Kemudian.

Dari otonomi itulah lahir "Bumi Sepakat Segenap". Dari Lembah Alas yang dulu cuma lewat peta, sekarang jadi kabupaten yang jagain paru-paru dunia yakni "Taman Nasional Gunung Leuser".

Jadi pas kita bilang "Selamat HUT Kabupaten Aceh Tenggara ke-52", kita nggak cuma ngerayain angka. Kita ngerayain keberanian leluhur yang bilang, "Kita bisa berdiri sendiri".

Tugas Kita Sekarang

Jaga persatuan. Rawat adat. Jaga Leuser. Bangun Agara tanpa ngerusak akar.

"Selamat menjelang hari jadi Kabupaten Aceh Tenggara ke-52. Maju terus, makmur, lestari. "Bersatu Kita Kuat, Mewujudkan Aceh Tenggara Hebat".


Sumber dari Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan Ramud, S.I.Kom.


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال