BenuaPost

PIALA DUNIA FIFA 2026

Peringatan 1 Suro di Rowosari, Kyai Raden Marsudi Ajak Warga Jaga Harmoni dan Teladani Nabi Muhammad


KENDAL – Suasana khidmat menyelimuti halaman Pos Ronda RT 001 RW 010 Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Senin (15/6/2026) malam. Warga RT 001, RW 010, Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Boja, Kendal, menggelar peringatan 1 Suro 2026 atau 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai keagamaan, serta menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut diisi dengan pengajian siraman rohani oleh tokoh Nahdlatul Ulama Pakintelan sekaligus Ketua Jamaah Langgeng Samudera, Kyai Raden Marsudi, doa bersama yang dipimpin Ustad Zaenuri, serta syukuran bersama seluruh warga.

Dalam tausiyahnya, Kyai Raden Marsudi mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai sarana introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ajaran Islam yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW mengedepankan kasih sayang, toleransi, serta penghormatan terhadap sesama manusia tanpa membedakan latar belakang.


"Momentum 1 Suro atau 1 Muharam hendaknya kita isi dengan memperbaiki ibadah kepada Allah SWT. Kita juga harus meneladani Rasulullah SAW dalam bersikap, menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan tidak mudah terpecah karena keberagaman yang ada di tengah masyarakat," ujar Kyai Raden Marsudi.

Penceramah yang dikenal sebagai murid dari Kyai Muhammad Arif, Temanggung, itu menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkup keluarga.

"Keharmonisan rumah tangga harus dijaga dengan saling menghormati, saling memahami, serta membangun komunikasi yang baik. Dari keluarga yang harmonis akan lahir masyarakat yang damai dan rukun," tuturnya.

Sementara itu, Pembina Paguyuban Warga Griya Rafada I The View, S. Sutriyono, menyampaikan bahwa peringatan 1 Suro bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi wadah mempererat persatuan antarwarga.


Ia berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam pengajian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan yang guyub dan penuh kepedulian.

"Perbedaan yang ada di lingkungan masyarakat hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian harus terus kita jaga agar lingkungan tetap harmonis," katanya.

Senada dengan itu, Ketua RT 001 RW 010 Dusun Rowosari, Desa Meteseh, Dr. (Hc). Joko Susanto, mengapresiasi partisipasi warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan menjadi modal sosial penting dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

"Melalui kegiatan seperti ini, silaturahmi antarwarga semakin erat. Semoga semangat menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta meningkatkan ketakwaan terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat," ungkapnya.

Ketua Panitia Peringatan Suro, Rahmat Arifin Akbar, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja memilih konsep sederhana namun sarat makna melalui pengajian siraman rohani, doa bersama, dan syukuran.

"Kami ingin peringatan 1 Suro menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Karena itu, rangkaian acara kami susun dengan pengajian oleh Kyai Raden Marsudi, dilanjutkan doa bersama oleh Ustad Zaenuri, kemudian syukuran bersama seluruh warga," jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan sebagai tradisi positif yang memperkuat nilai religius, kebersamaan, serta keharmonisan masyarakat.

Peringatan 1 Suro yang berlangsung hingga malam hari itu ditutup dengan doa bersama dan makan tumpeng sebagai simbol rasa syukur serta harapan agar tahun baru Hijriah membawa keberkahan, kedamaian, dan keselamatan bagi seluruh warga.

✍️Jurnalis BP: M Alfin A.Z (biro)


Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال